ADHD

Bagaimana Menjadi Orangtua Yang Hening?

Harrista Adiati, M. Psi. 01 Apr 2026
Bagaimana Menjadi Orangtua Yang Hening?

Dalam pengasuhan kepada anak, apakah ayah bunda pernah merasakan keletihan? Terutama saat melihat tingkah laku anak yang tidak terkendalikan. Adanya tantrum, selalu bergerak, sulit patuh pada tata tertib dan sulit diarahkan. Apabila ayah bunda menghadapi perilaku tersebut dalam diri anak, apa yang perlu ayah bunda lakukan? Apakah marah, meluapkan kekesalan pada anak, bahkan mengeluh? Apakah ada acara lain supaya ayah dan bunda dapat mengelola perilaku anak dengan lebih baik?

Inilah pertanyaan yang sering saya hadapi di lingkup praktik layanan psikologi yang saya lakukan. Menjadi orangtua adalah proses belajar sepanjang hayat, bahwa menjadi orangtua berarti menjadi siap terhadap segala kemungkinan perilaku yang ditunjukkan oleh anak. Anak bukanlah miniatur orang dewasa sehingga cara berpikirnya adalah murni perkembangan anak.

Yang perlu dilakukan pertama kali saat menghadapi hal seperti ini adalah ayah dan bunda perlu untuk melihat ke dalam diri sendiri. Apakah secara hati dan pikiran ayah bunda siap dan mau menyiapkan diri dalam menghadapi perilaku anak? Ada sebuah konsep reflektif yang dapat dipakai saat mengasuh anak, yaitu HENING. Hening didefinisikan sebagai keadaan sunyi, sepi, atau lengang (tanpa suara), serta jernih atau bersih (merujuk pada air atau perasaan hati/pikiran). Ini adalah ruang mental untuk menenangkan pikiran, menjernihkan niat, dan berdamai dengan diri sendiri.

Di tengah-tengah keriuhan suara dan keaktifan gerak anak, ayah dan bunda diminta untuk hening. Apakah ini mustahil? Tentu tidak. Melalui Latihan yang terus menerus maka ayah bunda dapat membangun hening di pikiran dan hati sehingga menghadapi perilaku anak menjadi lebih ringan.

Hal ini, bukan untuk mengubah anak, namun mengubah diri sendiri sebagai orangtua. Dengan hening orangtua mempunyai cara pandang baru dalam menyikapi perilaku anak.

Berikut adalah Latihan hening yang dapat ayah bunda latih, yaitu Teknik "S.T.O.P"

- Stop (Berhenti sejenak).

- Take a breath (Ambil napas dalam).

- Observe (Amati pikiran & perasaan tanpa menghakimi).

- Processed (Lanjutkan tindakan dengan kesadaran penuh).

Saat menghadapi keriuhan gerak anak, maka ayah bunda dapat ambil jeda sejenak, katakan STOP pada diri sendiri, lalu ambil nafas yang dalam berulang kali hingga rileks. Setelah itu, amatilah perilaku anak, apa yang sebenarnya anak sedang lakukan, apa yang ia inginkan dan apa yang membuat orangtua merasa perlu berhenti sejenak, kemudian renungkan tindakan apa yang dapat anda lakukan sebagai orangtua dalam menyikapi perilaku anak.

Selain itu, ayah dan bunda juga dapat melatih Keheningan Mandiri dalam bentuk sebagai berikut:

Alokasikan 10-15 menit pertama setelah bangun tidur tanpa gawai.

Menciptakan blok waktu 60-90 menit untuk bekerja tanpa distraksi

Refleksi Malam: Menutup hari dengan pertanyaan untuk diri sendiri: "Apa yang saya pelajari tentang diri saya hari ini?"

Dengan latihan hening dengan Teknik STOP dan Keheningan Mandiri ini, maka orangtua akan mempunyai gaya perilaku baru yang lebih tenang dalam menghadapi anak. Selamat hening dalam mengasuh anak.

Daftar Pustaka:

Istriyanti , Ni Luh Arick. 2026. Materi Pelatihan Heaning Itu Healing: Refleksi Nyepi bagi Kesehatan Mental.