
Apakah Anakku Hiperaktif?
Halo Ayah Bunda, apakah Ananda terlalu aktif bergerak? Terlihat sangat energik dan tak kenal lelah? Senantiasa bergerak dan kurang suka duduk tenang?
Perilaku seperti ini seringkali mulai Nampak pada anak usia kurang lebih 2-3 tahun, yang dapat semakin terasa intensitas dan frekuensinya seiring dengan bertambahnya usia anak. Ayah Bunda tidak perlu khawatir. Lebih baik ayah bunda periksakan Ananda ke psikolog klinis. Hal ini dibutuhkan untuk mengetahui status perkembangan anak, utamanya untuk mengetahui Ananda adalah anak yang aktif atau hiperaktif.
Seringkali orangtua pada umumnya abai terhadap gejala perilaku yang ditunjukkan anak. Alih-alih melakukan observasi lebih mendalam, yang ada seringkali adalah anggapan bahwa karena usia Ananda masih terlalu kecil sehingga wajar jika berperilaku seperti itu.
Ayah Bunda, memeriksakan Ananda lebih dini ke psikolog klinis adalah Langkah terbaik. Tidak perlu menunggu gejala perilaku semakin parah, semakin dini dilakukan pemeriksaan maka akan semakin cepat diberikan intervensi perilaku yang dibutuhkan sehingga tumbuh kembang Ananda sesuai dengan usia perkembangannya.
Berdasarkan Diagnostic Statistic Manual IV-TR (DSM IV-TR), Gangguan Pemusatan Perhatian disertai Hiperaktivitas yang biasa dikenal sebagai GPPH adalah keadaan neurologis perilaku dengan gejala-gejala yang meliputi kurangnya perhatian (inattentiveness), perilaku impulsif (impulsivity), dan aktivitas yang berlebihan (overactivity) yang tidak sesuai dengan ciri-ciri tahapan perkembangan anak. Kelainan ini dapat mengganggu perkembangan anak dalam hal kognitif,perilaku, sosialisasi, maupun komunikasi (Sattler dalam Nuzullia, 2012).
Apa Ciri-Ciri GPPH?
Gangguan Pemusatan Perhatian Hiperaktivitas (GPPH) atau Attention Deficit and Hyperactivity Disorder (ADHD) ditandai dengan adanya gejala (Nanik, 2007) :
1. Ketidakmampuan anak untuk memusatkanperhatiannya pada sesuatu yang dihadapi
2. Rentang perhatiannya sangat buruk atau sangat singkat waktunya dibandingkan dengan anakanak lain yang seusianya
3. Adanya tingkah laku yang hiperaktif dan tingkah laku yang impulsif
4. Memiliki aktivitas motorik lebih dari rata-rata anak seusianya
5. Bila duduk tidak bisa diam, tidak bisa duduk lama
6. Selalu bergerak, berjalan-jalan
7. Impulsif
8. Berpindah dari satu tempat ke tempat lain
9. Tidak pernah berhenti bicara
10. Memiliki aktivitas kognitif dengan perhatian mudah beralih, rentang pemusatan perhatian pendek
11. Sulit mengikuti beberapa instruksi secara berurutan,
12. Cepat lupa
13.Mudah gusar/ gelisah
14. Tidak mudah jera
15. Toleransi terhadap frustrasi rendah
16. Melamun, dan murung bila dibandingkan dengan anak seusianya.
Tentu saja, artikel ini bukan menjadi alat diagnose perilaku Ananda. Ayah dan Bunda tetap perlu untuk memeriksakan kondisi Ananda. Selamat berproses Ayah Bunda. Ingatlah, bahwa anak adalah harta paling berharga bagi orangtua, maka jagalah, rawat dan cintai dengan upaya terbaik.
DAFTAR PUSTAKA
Nuzullia, Mefsya. Juke R. Siregar. Afra Hafni Noer. 2012. PELATIHAN PENGASUHAN ANAK DENGAN GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN DISERTAI HIPERAKTIVITAS (GPPH). Jurnal Intervensi Psikologi, Vol. 4 No. 1 Juni 2012